Rabu, 16 Desember 2009

you are what you eat...

Kalau ada yg pernah jalan2 ke cibubur pasti tau yg namanya cibubur junction, sebuah mall ramai yg harus dilalui untuk menuju depok bila anda datang dari jakarta lewat tol jagorawi. Bila keluar dari Cibubur Junction disore hari, saya anjurkan anda untuk berbelok ke kiri, sehingga tidak perlu lagi berputar ke depan SPBU danau cibubur untuk pulang ke depok. Naaaahhhh!! Disitulah cerita ini dimulai, di jalan yg sepi itu saya pernah punya cerita sedih... Bukan! Saya bukan dirampok atau terjebak ranjau paku, tapi kisah ini telah 'meranjau' rasa yg lain dalam hati saya... Begini ceritanya...

Suatu hari, sekitar jam 7 malam, saya mampir di cibubur junction, ambil uang di ATM dan mampir beli roti. Pandangan saya tertumbuk pada roti berbentuk mickey mouse yang lucu, cocok buat kyra, batin saya. Dua roti mickey pun berpindah kepemilikan dan saya pun pulang dengan senang, membayangkan putri kecil saya akan menatap kagum pada roti yagn lucu ini. Karena haus saya putuskan berhenti di sebuah warung kecil dan karena warung itu terletak agak menjorok kedalam, maka saya harus turun. Celoteh dua orang anak menyambut saya ketika kaki saya menyentuh aspal untuk turun dari mobil. Saya baru sadar, ternyata disepanjang jalan tersebut, dua orang anak sedang menunggui dagangannya yang tak lain dan tak bukan adalah cobek sambal. Sebetulnya dalam hati saya heran juga, siapa yang akan membeli cobek di jalan sepi malam - malam begini. Saya teringat dua roti mickey tadi dan tanpa di aba - aba tangan saya merengkuh bungkusnya. "Ini buat kamu" saya berikan masing - masing satu roti pada mereka. Anak yang lebih kecil tersenyum senang, tapi terlalu malu untuk mengucapkan apapun, sedang yang lebih besar kelihatan lebih bisa menyembunyikan kegembiraannya dan berucap "terimakasih...". Kini langkah saya makin mantap menuju penjual air mineral, memesan satu botol dan kembali ke mobil. Ini berarti saya harus melewati dua bocah penjual cobek tadi, langkah saya percepat, saya tidak ingin mereka jengah karena harus bertemu saya lagi. Namun kata - kata bocah yang lebih kecil sempat tertangkap oleh telinga saya, dan kata - kata itu memberikan tamparan luar biasa bagi saya, bocah mungil itu berkata, "... pantes yakkk orang kaya cakep - cakep benerrrr, makanannya aja cakep begini ....."

Duh Tuhan, dalam hidup ini saya nggak pernah merasa diri saya kaya apalagi cakep, saya selalu mengeluh, terlalu banyak rekening yang harus dibayar, harga bensin naik terus, uang belanja nggak pernah cukup, jerawat datang dan pergi, rambut terlalu kering dll dst. Terima kasih Tuhan sudah menjewer saya untuk selalu bisa bersyukur.... Semoga Allah SWT mengabulkan semua doamu dan membuatmu selalu dapat melihat celah bahagia dalam semua sulitmu Nak....