Rabu, 16 Desember 2009

you are what you eat...

Kalau ada yg pernah jalan2 ke cibubur pasti tau yg namanya cibubur junction, sebuah mall ramai yg harus dilalui untuk menuju depok bila anda datang dari jakarta lewat tol jagorawi. Bila keluar dari Cibubur Junction disore hari, saya anjurkan anda untuk berbelok ke kiri, sehingga tidak perlu lagi berputar ke depan SPBU danau cibubur untuk pulang ke depok. Naaaahhhh!! Disitulah cerita ini dimulai, di jalan yg sepi itu saya pernah punya cerita sedih... Bukan! Saya bukan dirampok atau terjebak ranjau paku, tapi kisah ini telah 'meranjau' rasa yg lain dalam hati saya... Begini ceritanya...

Suatu hari, sekitar jam 7 malam, saya mampir di cibubur junction, ambil uang di ATM dan mampir beli roti. Pandangan saya tertumbuk pada roti berbentuk mickey mouse yang lucu, cocok buat kyra, batin saya. Dua roti mickey pun berpindah kepemilikan dan saya pun pulang dengan senang, membayangkan putri kecil saya akan menatap kagum pada roti yagn lucu ini. Karena haus saya putuskan berhenti di sebuah warung kecil dan karena warung itu terletak agak menjorok kedalam, maka saya harus turun. Celoteh dua orang anak menyambut saya ketika kaki saya menyentuh aspal untuk turun dari mobil. Saya baru sadar, ternyata disepanjang jalan tersebut, dua orang anak sedang menunggui dagangannya yang tak lain dan tak bukan adalah cobek sambal. Sebetulnya dalam hati saya heran juga, siapa yang akan membeli cobek di jalan sepi malam - malam begini. Saya teringat dua roti mickey tadi dan tanpa di aba - aba tangan saya merengkuh bungkusnya. "Ini buat kamu" saya berikan masing - masing satu roti pada mereka. Anak yang lebih kecil tersenyum senang, tapi terlalu malu untuk mengucapkan apapun, sedang yang lebih besar kelihatan lebih bisa menyembunyikan kegembiraannya dan berucap "terimakasih...". Kini langkah saya makin mantap menuju penjual air mineral, memesan satu botol dan kembali ke mobil. Ini berarti saya harus melewati dua bocah penjual cobek tadi, langkah saya percepat, saya tidak ingin mereka jengah karena harus bertemu saya lagi. Namun kata - kata bocah yang lebih kecil sempat tertangkap oleh telinga saya, dan kata - kata itu memberikan tamparan luar biasa bagi saya, bocah mungil itu berkata, "... pantes yakkk orang kaya cakep - cakep benerrrr, makanannya aja cakep begini ....."

Duh Tuhan, dalam hidup ini saya nggak pernah merasa diri saya kaya apalagi cakep, saya selalu mengeluh, terlalu banyak rekening yang harus dibayar, harga bensin naik terus, uang belanja nggak pernah cukup, jerawat datang dan pergi, rambut terlalu kering dll dst. Terima kasih Tuhan sudah menjewer saya untuk selalu bisa bersyukur.... Semoga Allah SWT mengabulkan semua doamu dan membuatmu selalu dapat melihat celah bahagia dalam semua sulitmu Nak....

Jumat, 10 Juli 2009

Anak saya, anak anda, anak kita yang bermain di jalanan

Sore itu hujan turun dengan deras, wiper mobil yang aku kendarai tidak sanggup menepis air hujan yang turun satu - satu di kaca mobil, mata yang kupertahankan habis-habisan penampilannya dengan tidak mengenakan kaca mata tidak sanggup lagi melihat melebihi jarak 2 meter, teriakan putri mungilku yang minta martabak telur menebalkan niat untuk menepikan mobil dan menunggu hujan berhenti di sebuah rumah makan spesialis martabak di margonda.

Kebaikan hati tukang parkir yang memayungiku tidak mengurangi niat hujan mengguyur bajuku, basah, dingin, lelah, kuhempaskan raga ke salah satu kursi, dengan satu tangan menggenggam handphone, membuka lembaran - lembaran facebook, bergaul akrab melalui dunia maya, untuk kemudian ignore pada manusia - manusia di dunia nyata.

Dan peristiwa itu terjadi, seorang anak berusia sekitar 7 tahun mendatangiku, basah, kumal, kurus, jauh dari kata keren dan gaya yang jadi kiblat orang kota. Dengan menggengam botol air mineral yang berisi pasir, sang jagoan kecil mulai unjuk gigi, ia dendangkan sebuah lagu diiringi botol pasirnya, berharap sang ibu basah yang asyik dengan dunia maya sudi merogoh sebuah lembaran kumal dari dompetnya untuk dihibahkan.

Terganggu adalah kata pertama yang terlintas di benakku, kesal kata kedua yang mengikutinya dan gerutu dalam hatiku melengkapinya. Tapi cemberutan gaya kolonial ini sama sekali tidak menyurutkan langkah sang jagoan, semakin cemberut wajahku, semakin semangat sang biduan. Di puncak penatku kutengadahkan wajah, sebuah wajah polos, dengan campuran kenakalan anak - anak dan kerasnya jalan raya tersenyum padaku, tetap mendendangkan lagu.

"Sayang, kamu nyanyi apa?" kupaksakan sebuah tanya.
"Petepe...." si bocah menjawab tak jelas sambil terus bernyanyi.
"Ibu tanya, kamu nyanyi apa nak?", dengan gaya intimidasi ku underline pertanyaanku.
"Petepe..." dengan yakin ia menjawab, tetap bernyanyi.
"Sayang, ibu nggak ngerti kamu nyanyi apa..., nggak apa - apa deh, sekarang ibu tanya, kamu mau apa nak?", nadaku meninggi.
"Serebu..." sang biduan menjawab yakin, sambil bernyanyi.
"Nggak mau yang lain?" tanyaku dengan teknik lobbying tinggi.
"Nggak...!" sang biduan menjawab tegas, sambil terus bernyanyi...
"Ibu traktir ya... makan apa aja, ntar ibu bayar, trus boleh bungkus kok..."
"Nggak serebu aja..." lagunya tak berhenti.
"Nggak mau lebih sayang, lima ribu mau?" kalo yang ini teknik suap menyuap...
"Nggak serebu aja...." ia tetap bernyanyi...
"Profesional!!!" kataku membatin, ia tahu betul berapa tarifnya...

Menyerah! kurengkuh dompetku, kutarik selembar ribuan, dengan cepat tangan kecil itu menyambut ulurannya, "terimakasih..." ucapnya lirih, mata kami beradu, bening, cantik, ada kesulitan disana, pasti masa kecilnya tidak sebahagia anak - anak kita, anak saya dan anda yang sedang membaca blog ini, ada sedikit harapan dimatanya, harapan untuk cinta. Ingin saya bertanya, dimana Ayahmu Nak, sedang apa Ibumu Nak, siapa yang telah menyakitimu dijalanan Nak, namun sang biduan telah berlalu, sempat ku usap lembut kepalanya, kelihatannya ia menyukai sentuhanku... Sempat kuucapkan sebuah doa, semoga Allah SWT meringankan kesulitannya dan melindunginya dari kejahatan semua mahluk ciptaanNya, doa yang sering ku aminkan dalam hati bila kusentuh rambut putri kecilku...

Dan konser tunggal di sore yang dingin dan basah itu selesai sudah....

Selasa, 15 Juli 2008

AAH...KYRA

Bongkar - bongkar file lama, ketemu file ini, rupanya dibuat sekitar 6 tahun yang lalu, nggak terasa ya udah juli 2008, bagi - bagi aaahhhhh....

AAH...KYRA

Aah.. Kyra,

Seandainya semua kehamilan semudah ibu hamil Kyra

Tanpa mual, tanpa muntah dan begitu menyenangkan

Nonton pertunjukan pertama Kyra melalui USG dimana Kyra berperan dengan sangat menakjubkan (sayang tidak ada oscar untuk janin, nak!)

Dan menjadi kelinci percobaan pada “penelitian ayah”, mulai dari Mozart, Sea Food sampai “pengaruh suara Bapak”

Sembilan bulan yang setiap detiknya ibu ingat dan tak akan ibu lupakan.

Aah.. Kyra,

Seandainya semua hari seindah Rabu, 26 Juli 2000 pk. 05.30 pagi,

ketika sakit perut itu mulai datang setiap 10 menit sekali

Begitu khidmat, tenang, sampai - sampai ayah berfikir kita boleh keliling Depok 2 kali lagi

dan 2,5 jam kemudian Kyra lahir tanpa kesulitan yang berarti

Aah.. Kyra,

Seandainya semua anak se-kooperatif dan se-kreatif Kyra,

Yang tidak pernah nangis ketika diimunisasi

Yang melambai dan mencoba tersenyum sambil bilang “hati - hati!, bawa oleh - oleh!” ketika ibu dan ayah harus pergi ke kantor

Yang bisa main sendiri ketika ayah dan ibu sibuk dan tertidur begitu lampu kamar dipadamkan

Yang menganggap semua benda bisa berfungsi sebagai telepon dan semua kunci bisa menghidupkan mobil

Yang membuat ibu menjadi manusia terkaya didunia karena semua ATM BNI dan ATM Mandiri dianggap “uang ibu”

Yang membuat tukang teh botol terharu karena Kyra teriak “terimakasih pak”

dan selalu bilang “misi - misi’ bila harus mengganggu.

Aah.. Kyra,

Mungkin cuma Kyra yang bilang, “Ibu ini apa? Ini sakit? Ibu jatuh? Ooh ibu sayang...”

Kyra yang panggil ayah dengan suara lembut dan bergetar

Kyra yang bisa jalan pada umur 9 bulan dan baru punya 3 gigi pada umur 13 bulan

Kyra yang hapal lebih dari 10 lagu, bisa pakai kaos kaki dan celana sendiri ketika umur 20 bulan, dan ngerti bahwa kepala, pundak, lutut kaki itu sama dengan head, shoulders, knees and toes

Yang menolak bantuan sambil bilang “udah ... udah..” dan menggigit jari bila tidak dilihat ayah.

Aah.. Kyra,

Seandainya Opa sempat lihat Kyra sebesar ini,

Maafkan ibu karena harus ada Senin hingga Jumat sehingga Ibu tidak bisa tunggui Kyra setiap hari,

dan semoga 15 tahun lagi kita masih bisa berteman baik seperti hari ini,

dan semoga hidupmu penuh dengan kebahagiaan, keberuntungan, kegembiraan dan harapan seperti yang telah engkau berikan pada Ibu dua tahun belakangan ini...

Aah.. Kyra,

Beruntungnya Ibu karena bisa bilang, “Kyra Adiavira itu putri saya!

26 Juli 2002

SEPENUH CINTA,

IBU

Senin, 25 Februari 2008

Spelling Bee Competition

Hari ini, 23 Februari 2008, tepat pukul 6.30 kami (ayah, ibu dan Kyra) meluncur ke Al Fikri. Diiringingi pandangan herannya Tante Retno dan Ayu di sebelah rumah (kok tumben sabtu Kyra sekolah?), kami bertiga bergegas pergi ke sekolah. Bukan karena kami lupa ini hari sabtu lho! Tapi karena hari ini Kyra terpilih mewakili Al Fikri mengikuti Spelling Bee Competition di SDIT Al Hamidiyah di sawangan. Begitu sampai disekolah kita sempet bengong karena ternyata Pak Satpam masih kucek – kucek mata, kok belum ada orang? Tunggu punya tunggu, kira – kira 5 menit kemudian Oom Ucok dan Oom Priyo (supir jemputan Kyra) datang, ternyata Oom2 ini mendapat kepercayaan untuk mengantarkan kontingen (taela bahasanya…) Al Fikri ke sawangan. Rencananya Kak Bella (klas V Muzdalifah) akan ikut Story Telling competition, Kak Ananta (klas IV Muzdalifah) Hafalan Surat Pendek, Kak Sella (klas IV Mekkah) English Poem, Kak Hasna (klas V Muzdalifah) Hafalan Surat Pendek dan yang terakhir Kyra (kalo nggak salah kelas II Mina hehehe..) untuk Spelling Bee Competition. Sebetulnya kami nggak tau lho Spelling Bee itu apa, kalo dari hasil surfing internetnya ibu sih kayak lomba ngeja pake bahasa Inggris gitu, bahkan ibu (yang paling semangat kalo Kyra ikutan apapun) sempet telpon – telpon ke EF, LIA dll hanya untuk tanya tentang apa itu spelling bee (iih.. ambisius amat, malu – malu in!!). Bahkan malam sebelum kompetisi ibu sempet bacaan Al Ikhlas 99x, Al Fatehah 3x dan Ayat Qursyi 3x demi kemenangan Kyra (hahahahahaha… ayah sempet ketawa ngakak, apalagi kalo Kyra ikut UMPTN ya bu, ibu bisa puasa 40 hari sampe langsing !!! Huh, ayah memang jago ngledek !!).

Setelah mendapat pemberitahuan dari Ms. Hanny guru bahasa Inggris Kyra, selama kurang lebih 4 hari kami sempat berlatih ala kadarnya (yang dimaksud latihan ala kadarnya adalah latihan yang dilakukan diatas mobil sambil pulang dari rumah oma atau sekitar 10 menit pada malam hari !!!), seperti biasa Kyra lebih suka ngutak – ngatik kuas, cat air, spidol, plastisin dll alias MAIN dari pada berlatih dan belajar (kalo ini pasti turunan emaknya!). Maka dengan persiapan seadanya dan doa sebanyak – banyaknya, kami pun meluncur ke Al Hamidiyah di sawangan. Sampe di sana sudah banyak orang, susah juga dapet parkirnya, apalagi ngikutin gaya nyetirnya Oom Ucok yang mantan pembalap Formula I, wah ayah sampe geleng – geleng kepala. Alhamdulillah kami dapet juga tempat parkir. Ternyata yang namanya Al Hamidiyah lumayan besar lho, selain ada TK dan SDIT juga ada pesantrennya. Ms. Hanny dan Bu Nunu (dari Sentra Ibadah Al Fikri) langsung sibuk daftarin ulang anak – anak didiknya. Tepat pukul 09.00 lomba dimulai. Sayang orang tua tidak diperkenankan menonton jalannya pertandingan, bahkan untuk spelling bee pembimbing pun tidak diperkenankan masuk, kasian juga liat Kyra jalan sendiri sambil digandeng guru Al Hamidiyah yang pastinya nggak dia kenal, tapi karena liat tampang Kyra yang santai aja, kami juga nggak khawatir. Selama nunggu lomba, kami berdua ayah sempet muter – muter bazaar yang diselenggarakan di halaman sekolah, sempet beli beberapa buku buat hadiah Kyra dan akhirnya terdampar di tukang mie ayam. Hebatnya kita berdua sempet dapet beberapa kenalan dikantin itu hehehe.. , itulah bukti – bukti kebawelan kami berdua ... Oh iya, tadi sewaktu daftar ulang kita sempet liat beberapa anak dengan seragam yang amat kami kenal, ternyata dari Semut – semut the Natural School sekolah Kyra waktu TK dulu, bahkan Kyra sempet ketemu dengan mantan temen TKnya, Ary, yang juga ikut spelling bee competition. Menurut Kyra, Ary yang memang ramah ini sempet mengenali Kyra dan menyapa, ”Eh, kita dulu satu TK kan ?” duuuh…ramahnya anak itu.

Setelah beramah tamah dikantin, kami berdua ayah memutuskan nunggu dimobil saja, ayah yang siangnya harus presentasi di IPB langsung sibuk dengan laptopnya, diajak ngomong jawabnya cuma eh uh aja… wah bete juga, untung sms dari Ms. Hanny datang kasih tau bahwa Kyra dah selesai lomba dan nunggu di pintu utama. Pantesan, dari tadi beberapa anak yang rasa-rasanya juga ikut kompetisi sudah berseliweran, malah ada yang sambil nangis gara – gara gugur dalam perlombaan (duuuuhh, jangan nangis dong sayang, kalo lomba kan memang ada menang kalah nya..). Ibu yang memang dah nggak tahan dicuekin ayah segera menghambur ke pintu utama, ternyata mereka memang sudah selesai, setelah beberapa acara penarikan door prize, ayah datang bergabung, sekalian pamit karena Oom Heru (teman ayah) sudah nunggu untuk berangkat ke IPB, yaaaahhhh… nggak liat pengumuman lomba dong yah…, kasian ayah, pasti nyesel banget nggak bisa liat langsung, setelah wanti – wanti supaya pengumuman lomba direkam, ayah pamitan. Pengumuman pertama adalah Hafalan surat pendek, sayang nama Al Fikri tidak muncul, begitu juga untuk story telling dan English poem, khusus untuk spelling bee ternyata tidak seperti kompetisi yang lain yang juaranya Cuma I, II dan III, di spelling bee ada juara harapan I , II dan III, walaupun untuk juara harapan tidak mendapat piala, hanya piagam. Ketika juara harapan diumumkan nama Kyra tidak ada, sambil harap – harap cemas, ibu tetap mantengin kamera kearah panggung sambil tetap berdoa (hihihi… kasian ya..), begitu juara III disebut, sempet bingung juga karena pembawa acara bilang Kaira dari SIF Al Fikri, ternyata yang dimaksud Kyra, hati langsung kayak disirem air es, lega…., Alhamdulillah walaupun nggak dapet juara I, Kyra masih jadi Juara III, dan ternyata itu adalah satu – satunya piala untuk Al Fikri di kompetisi ini, ya lumayanlah masih dapet satu. Kasian juga liat kakak – kakak peserta yang lain sedikit kecewa karena nggak menyabet piala, tapi next time Insyaallah bisa diperbaiki, malah dari kompetisi ini kita dapet pengalaman, apa saja yang perlu dipersiapkan kalo ikut lomba lagi. Usut punya usut ternyata Kyra gugur pada kata CAULIFLOWER, ibu sempet heran, itu kan gampang Ra?, tapi emang anaknya ayah, jawabnya enteng aja, “Kyra capek bu, udah kelamaan, I nya jadi E deh!” hehehehe… ya terserah mana yang enak buat Kyra aja lah nak, yang penting dia seneng. Kami pun pulang ikut mobil Oom Ucok karena mobil dibawa ayah, wah Oom Ucok dan Oom Priyo baik banget kami dianterin sampe rumah, setelah nelpon ayah dan oma untuk sebarin berita gembira, kami berdua segera ganti baju dan istirahat.

Alhamdulillah…. Hari ini Kyra bahagia sekali, ini piala pertama dalam hidupnya, semua lomba yang Kyra menangkan belum pernah berhadiah piala, kebanyakan cuma dapat piagam. Sambil termenung ibu perhatikan baik – baik pialanya, cuma piala biasa, yang mungkin harganya cuma 25 ribu, tapi membawa kebahagiaan yang luar biasa untuk seorang anak umur 8 tahun, memang betul kalau dibilang bahagia setiap orang “besar”nya sama, mungkin yang menang undian BMW pun rasa bahagianya sama seperti Kyra yang dapet piala seharga 25 ribu perak. Jadi inget satu ayat yang kalo nggak salah diulang – ulang 31 kali di surrah Ar-rahman, “Fa bi’ ayyi aalaa ‘i rabbikuma tukadzdziban, maka nikmat Rabb mu yang manakah yang engkau dustakan?” Sambil masih termenung ibu bersyukur, Alhamdulillah ya Allah, segala puji bagiMu yang maha pengasih dan penyayang, ampuni hambaMu yang sangat jarang bersyukur ini... Tiba – tiba terdengar teriakan dari arah kamar Kyra, “Bu, kayaknya Kyra menang karena ibu bacain Al Ikhlas 99x deh, makasih ya…. “ Hehehe, yang mau punya hajat boleh nyoba juga tuh keampuhannya …. (Depok, 16 Safar 1429).

Senin, 11 Februari 2008

TOUR DE DEPOK

TOUR DE DEPOK


Liburan Imlek 4 hari, walaupun sudah dibatalkan pemerintah, kita tetep libur, hidup libur!!! Tema liburan kali ini TOUR DE DEPOK, alias keliling – keliling Depok saja. Kamis, 7 Feb 08, hari pertama libur, karena hujan deras males kemana-mana. Sore hujan agak reda, setelah sholat maghrib kita cabut ke restoran baru di Margonda, namanya BURGER GRILL, gossipnya sih keren, tempat nongkrong ABG, duuh.. berhubung kita masih berasa ABG jadilah kita meluncur kesana, Margonda Alhamdulillah nggak terlalu macet, sampe didepan Burger Grill puiiih… parkirannya penuh buangettt, parkir di RS Bunda aja!, si tukang parkir teriak, ya udah kita parkir di RS Bunda, trus jalan kaki ke Burger Grill. Ternyata restoran atau lebih tepatnya CafĂ© ini cozy juga lho!!!, masuk dari parkiran kita ketemu area open air, disebelah kiri agak di atas ada kayak aquarium yang didalemnya tempat duduk untuk non smoking area, di dekat dapur ada screen segede layar tancep yang nyetelin MTV, kita masuk ke non smoking area yang dekat area open air karena si aquarium udah penuh. Hati langsung lega begitu lihat banyak Bapak–bapak dan Ibu–ibu muda sama anak-anaknya yang masih piyik-piyik, berarti nggak salah tempat nih ! Kyra mesen Chicken Barbeque burger plus orange float, bokapnya pesan American Classic Burger plus potato chip minumnya soda float, sedang emaknya yang sok diet mesen bubur ayam bakar (lho kok ?!) plus teh manis panas. Rasanya ya… std alias standar lah.. kalo bubur ayamnya agak berlebihan, bayangin aja bubur ayam dengan potongan – potongan daging bakar kotak – kotak segede kotak-kotaknya papan catur, ditaburin keju dan cheesestick (diet gagal total !!) Lirik ke kiri kayaknya burgernya Kyra enak tuh ! Selesai makan, anak perempuan kecil ini masih minta banana split, ya ampuuun masih muat jeng? Maka datanglah si Banana split, waduh gede buanget, tapi ajaibnya abis lho ! Selesai makan bill dateng, waaah.. kok murah amat Cuma 84.500, wuih padahal kenyang lho!! Waktu Pulang lewat Margonda seperti biasa macet total. Besoknya, Kyra ngajakin bokapnya berenang, biasanya dua orang berwajah mirip itu berenang di Gema Pesona, tapi hari ini ganti lokasi di Klub Pesona Khayangan, Kyra yang udah pake kostum renang lengkap dari rumah ngotot mau main keyboard dulu, diteriakin suruh masuk mobil cuek aja, malah minta di foto segala, duh kalo dah gini keliatan banget centilnya turun dari mana… Nggak lama kita berangkat ke kolam renang, setelah nge-drop mereka, aku meluncur ke jalan raden saleh, bayar uang sekolah Kyra. Sampai di Al-Fikri ternyata lagi ada workshop pendidikan di sekolah, setelah ber hai hai sana sini meluncur lagi ke Pesona Khayangan, ternyata mereka dah selesai berenang, setelah mandi Kyra laper. Kebetulan ada restoran di Klub Pesona, Kyra pesen Chicken French fries(kalo nggak salah namanya gitu deh, pokoknya kids menu), Ayah pesen nasi goreng. Tunggu punya tunggu baru 20 menit kemudian si makanan dateng, duh nasi gorengnya payah, chicken French fries nya lumayan, tapi Ayah yang hidup sehat itu comment yang bikin hati nggak enak, “Makanan Kyra banyak karbonnya, radikal bebas tuh!”, tambah nggak enak deh makannya, pas bayar mahal pula, wah nggak lagi-lagi deh makan disini (emaknya misuh – misuh…). Setelah itu kita nge drop Ayah di Masjid, sholat jumat, kita berdua Kyra meluncur ke kliniknya Dr Ketut Sukarata beli asthin force, trus mampir di Indomaret beli minum. Kita balik lagi ke Masjid, ternyata sholat jumat belum mulai juga, jadi deh kita ngobrol-ngobrol sambil minum, nggak lama Ayah yang udah selesai jumatan gabung lagi. Trus kita meluncur ke GRAMEDIA, beli buku, seperti biasa Kyra Adiavira beli buku muacem-muacem, disana aku ketemu buku yang recommended banget untuk dibaca, judulnya SABAR DAN BAHAGIA - 3 metode Nabi mencerdaskan emosi, ternyata ini jilid-1 nya buku yang aku dah pernah baca (MEMINTA DAN MENCINTA - Cara menikmati Salat, doa, zikir, haji dan baca Quran), buku ini wajib dibaca lho!! Pulang dari Gramedia Kyra ngotot mampir di BAKSO ATOM di jalan sentosa, ini bakso favorit karena selain enak, tempatnya bersih, pelayannya ramah dan paling penting self service jadi kita bisa ngacak-ngacak sesuka hati hehehe…

Hari Sabtu pagi Kyra males mandi, maunya main fashion Barbie di komputer, setelah di bujuk-bujuk akhirnya mau mandi juga, sempet jadi foto model di kamar mandi, siangnya kita jenguk anak dan suaminya Bu Endah (guru Kyra di Al Fikri) di RS Bunda Margonda, kasian deh bapak dan anak sama – sama ke DBD, ternyata Margonda macet total, jadilah kita parkir di depan RS Bunda trus nyebrang. Selesai besuk kita meluncur ke UI, disana ada restoran namanya MANG ENGKING, ini rekomendasinya Ayah. Ternyata restoran ini dibuat diatas balong (apa ya bahasa Indonesianya, tambak kali…), ikan–ikan di balong itu guede-guede dan banyak banget, kita dapet gubuk no. 13 yang letaknya ditengah-tengah. Anginnya sepoi-sepoi, ada live musicnya, Kyra seneng banget, sok Photographer lagi, semua di foto, sampe jatuh, untung nggak masuk ke balong !!, kita pesen gurame goreng, lalapan, sambel terasi, tempe tahu, cendol, es jeruk, teh anget dan ice cream low fat rasa choco chip (ini ice cream mahal banget harganya 12 ribu/cup kecil, padahal rasanya nggak jauh sama wall’s), Alhamdulillah makannya enak sekali, kapan – kapan kalo ke Depok harus mampir di sini ya… Pulang dari Mang Engking kita mampir di Holland Bakery karena Kyra mau beli sandwich (ya ampyuuunnn), trus meluncur ke Masjid ADZ DZIKRI di Pesona Khayangan, Subhanallah…. Masjid ini bersih banget…. Nggak terlalu besar, Cuma 1 lantai dan nggak magrong–magrong atau berlebihan, aku nggak ketemu lampu kristal segede alaihim yang biasanya ada di masjid-masjid atau dekor langit-langit yang penuh kaligrafi, Cuma ada 2 hiasan kaligrafi dengan panjang kira-kira 60cm dibagian kanan dan kiri mimbar, lampu masjid kayak lampu yang ada di rumah-rumah betawi tempo dulu (mirip semprongnya lampu templok!), warna warni ada yang merah, biru dan hijau, satu-satunya benda yang agak masa kini buat masjid ini cuma 2 buah AC yang dipasang di kanan dan kiri masjid, tapi waktu kita kesana ACnya dimatiin cuma kipas angin yang hidup, tapi masjidnya tetap dingin, betul–betul sederhana, tapi bersih, tenang, damai duuh… bener–bener tempat yang tepat buat sholat, toiletnya nggak ada bau nggak enak sama sekali, wangiiiii dan bersiiiih, tempat sholatnya bersiiiiiiihhhhh, semuanya tertata rapi, berasa di rumah sendiri, sampe–sampe aku ndoain supaya pengurus dan penyumbang Masjid itu masuk surga saking masjidnya OK banget…!!!

Minggu pagi Ayah olah raga, Kyra nonton Avatar the legend of Aang di TV, Ibu masak nasi goreng, lumayan masih ada sisa udang kemarin, jadi deh nas gor udang kesukaan Kyra dan Ayah. Hari ini kita nggak rencana ke mana–mana karena mau istirahat, duuuh.. sedapnya tidur – tiduran sambil minum teh manis, that's why family is the earlier heaven.

Rabu, 30 Januari 2008

Kenapa judulnya "Ibu" ?

Dengan mengucapkan Bismillah, saya namakan catatan saya ini "Ibu". Saya cuma wanita biasa diusia awal tigapuluhan, dengan seorang suami yang baik hati dan seorang putri cantik berusia 8 tahun. Bekerja di sebuah holding company di tengah hiruk pikuknya Jakarta yang kadang "sok" metropolitan. Berperang melawan kemacetan, dibelakang sebuah benda keramat bernama "setir" yang mungkin lebih sering berada dalam genggaman saya dibanding putri saya sendiri. Menjadi satu - satunya manager wanita dan paling muda dikantor, yang pasti penuh dengan darah dan air mata, menghadapi politik laki - laki yang kadang bersembunyi dalam lelucon "gender" mereka. Seorang wanita biasa, yang merasa dirinya sempurna karena menjadi seorang "Ibu".

Karena itu saya namakan catatan saya "Ibu", karena menjadi "Ibu" adalah pencapaian terbesar dalam hidup saya. Hari ini saya akan mulai kirimkan cerita, tentang apa saja yang terjadi di dunia saya, yang mungkin tak akan pernah saya ceritakan pada Anda seandainya kita bertemu di dunia nyata. Inilah kisah saya.....